Penyelidikan terus dilakukan hingga kepolisian mendapati bahwa HS sedang berada di Garut, tepatnya di kawasan kaki Gunung Guntur,

"Dia berada di satu rumah atau saung. Dia di sana mengaku hendak naik gunung. Kita geledah dan ditemukan kunci mobil, HP dan uang Rp 4 juta," jelas Argo.

Namun demikian, HS menyanggah dugaan kepolisian. Ia mengatakan tidak melakukan apa pun kepada para korban. Meski begitu, HS pun digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk didalami kasusnya.

"Kita tarik ke Polda, penanganan kita ambil. Tapi tetap Bekasi Kota bekerja," ujar Argo.

2. Motif pembunuhan
Motif pembunuhan HS terhadap satu keluarga di Bekasi pun akhirnya terungkap. Ia mengaku membunuh karena kesal sering dimarahi oleh korban.

"(Motifnya) sering dimarahi itu saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Argo juga menjelaskan bahwa sudah tiga bulan HS tidak bekerja setelah resign dari sebuah pabrik di kawasan Cikarang. Kemudian, HS juga kerap menginap di rumah Diperum. Saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap HS. Setelah sebelumnya menyandang status tersangka.

"Jadi saya tegaskan sekali lagi untuk kasus pembunuhan di Bekasi bahwa tersangka inisial HS sudah dilakukan penahanan," jelas Argo.