3. Tersangka masih kerabat korban
HS sang tersangka ternyata memiliki hubungan keluarga dengan istri korban, Maya Boru Ambarita. "HS ini masih ada sehubungan saudara dengan korban yang perempuan," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018). HS masih berumur di bawah 30 tahun.
4. Tersangka sempat ke klinik
Polisi menemukan barang bukti berupa celana panjang hitam milik HS yang terdapat bercak hitam. Tak hanya di celana, polisi juga menemukan sejumlah ceceran darah di mobi Nissan X-Trail yang diamankan. Kemudian berlanjut polisi menemukan adanya bercak atau noda hitam di jari HS. Pihak kepolisianlantas melakukan pengambilan sampel darah terhadap HS dan juga sampel kuku HS.
"Tentunya dari semua sampel darah yang ada di mobil. Kemudian Kita juga mengambil kuku daripada seseorang yang diamankan HS. Ada kuku ada noda hitam, diambil itu untuk Labfor akan dicek apa itu darah atau bukan," katanya.
Sebelumnya, HS mengatakan kepada petugas telunjuk tangannya terluka sehingga ada darah di kukunya. HS bahkan mengaku jatuh dan kemudian mendapat luka di kukunya itu.
"HS ini ada luka di jari telunjuk tangan. Dia kemudian pada jam 5 pagi berobat ke klinik dideket kos-kosannya di Cikarang sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari. Ditanya perawat, mengaku ke perawat jatuh," ucap Argo Yuwono.
5. Tersangka membunuh menggunakan linggis
Saat mengakui perbuatannya, HS mengaku bahwa ia membunuh keluarga Diperum Nainggolan menggunakan sebuah linggis. Hal ini juga dibenarkan oleh Argo Yuwono. Namun, untuk menghilangkan jejak, HS membuang linggis itu ke Kalimalang.
"Ya, HS membuang linggis tersebut," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/11/2018).
Sementara, kedua anak Diperum Nainggolan dibunuh dengan cara yang berbeda. Sarah dan Arya Nainggolan dibekap hingga tewas karena kehabisan napas.
(Tribunnews.com/Natalia Bulan R P)