Warganet yang melihat video pemukulan Chang terhadap gurunya mengaku sangat geram terhadap tindakan Chang.
Menanggapi berbagai kritikan warganet, Chang memberikan penjelasan. Rupanya, ketika dia masih duduk di sekolah menengah pertama, gurunya yang bermarga Zhao itu menginjaknya berkali-kali sebagai hukuman.
Hukuman itu dianggap sangat menghancurkan harga dirinya. Terlebih saat itu Chang masih berusia 13 tahun dan miskin, sehingga tidak punya keberanian untuk membalas.
Insiden Chang diinjak-injak gurunya tersebut terjadi pada tahun 1998. Setelah pengakuan Chang, beberapa mantan siswa lain juga mengungkapkan bagaimana Zhao biasanya menyiksa para siswa secara fisik.
Dikatakan bahwa seorang siswa perempuan bahkan dipindahkan ke sekolah lain karena dia tidak bisa menerima pemukulan.
Pihak sekolah kemudian melaporkan Chang ke polisi atas insiden pemukulan tersebut. Chang ditangkap oleh polisi di stasiun kereta api sementara guru telah pulih dari cedera ringan.
Bagaimanapun, perlakuan Chang terhadap gurunya bukanlah hal yang pantas dilakukan. Sebab, balas dendam hanya akan membuat diri sendiri rugi. (Dil)
Sumber: manaberita.com